Selasa, 01 Desember 2009

TUGAS RINGKASAN 8 (RIAN ARDIYANTO / 41407010011)

Sistem Pencatat Data Percakapan Telepon Dengan Deteksi Sinyal Pandu Secara Otomatis


Karya : Anies Hannawati, Ronnie

Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Petra

e-mail: anies @petra.ac.id



Pada jurnal ini menjelaskan tentang metode pencatatan data percakapan telepon dengan deteksi sinyal pandu secara otomatis. Dahulu warung telpon (wartel) merupakan sarana telepon yang sangat membantu bagi seseorang yang tidak memiliki akses telepon rumah ataupun telepon genggam. Namun sekarang keberadaan wartel sangat sedikit. Dikarenakan beban biaya operasional lebih besar dibandingkan pemasukan yang didapat.


Pada jurnal ini memaparkan alat yang berupa microcontroller AT 89C51 dimana alat ini difungsikan sebagai pengganti komputer yang selama ini digunakan oleh wartel untuk mengolah segala data. Dengan Penggunaan microcontroller ini, sebuah wartel dapat menghemat pengeluaran dari biaya penggunaan listrik. jika menggunakan sebuah komputer maka besar daya yang digunakan +- 100 watt. jika menggunakan microcontroller hanya menggunakan kurang dari 3 watt saja. Dengan microcontroller ini pendeteksian dilakukan dengan sinyal pandu berupa sinyal berfrekuensi 16 KHz, sinyal reverse polarity – 16 KHz, menganalisa ringback tone, pendeteksian nada sapaan. Sinyal pandu ini dijadikan input microcontroller untuk selanjutnya dilakukan proses pencatat tarif percakapan dan setelah itu ditampilkan melalui display unit.


link : http://puslit.petra.ac.id/journals/electrical/

TUGAS RINGKASAN 7 (RIAN ARDIYANTO / 41407010011)

Sistem Pengenalan Penutur dengan Metode Mel-frequency Wrapping
Karya : Ali Mustofa (Jurusan Teknik Elektro, Universitas Brawijaya)
Jl. MT. Haryono 167 Malang 65145
Phone/Fax: 0341 554166
Email: a_tofa@yahoo.com

Pada jurnal ini memaparkan tentang sistem pengenalan penutur dengan metode mel-frequency wrapping. Pengenalan penutur adalah proses identifikasi suara seseorang.. Pengenalan penutur berguna untuk otentikasi biometrik dan komunikasi antara komputer dengan manusia. Teknik Mel Frequency Cepstral Coefficients (MFCC) digunakan untuk ekstraksi ciri dari sinyal wicara dan membandingkan dengan penutur tak dikenal dengan penutur yang ada dalam database.

Dalam metode ini, Filter bank digunakan sebagai pembungkus (wrapping) mel frekuensi. Vector Quantization (VQ) adalah proses meletakkan vektor-vektor ciri yang besar dan menghasilkan ukuran vektor-vektor yang kecil yang berhubungan dengan distribusi centroid. Algoritma K-mean digunakan untuk kluster. Dalam tahap pengenalan, ukuran distorsi berdasarkan minimisasi jarak Euclidean digunakan untuk mencocokkan penutur tak dikenal dengan penutur dalam database. Semua penutur mengucapkan satu kata tunggal yang sama dalam pelatihan dan akan diuji kemudian. Daftar bahasa yang digunakan adalah kata yang sering diucapkan untuk berbagai aplikasi suara dari input ucapan dengan menggunakan sistem pengenalan penutur otomatis, sistem ini dapat ditambahkan tingkat keamanan. Dalam penelitian ini dilakukan proses pengenalan penutur dengan menggunakan metode Mel-frequency Wrapping. Dengan pemrosesan Mel-frequency Wrapping ini adalah menirukan perilaku dari pendengaran manusia sehingga dapat mengenali ucapan dari penutur.

Link : http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/elk/article/shop/16701/16693

Dampak Bentangan Kabel Transmisi Tegangan Sangat Tinggi Pada Keselamatan Lingkungan (Tugas 9)

Dampak Bentangan Kabel Transmisi Tegangan Sangat Tinggi Pada Keselamatan Lingkungan

Oleh : Suwarno Wiryosimin | MIPA/Fisika
Tahun : 2003 / Volume : 11 / Bulan : November / Nomor : 2

Inti kebijaksanaan Pemerintah dalam pembangunan ialah setiap pembangunan fisik harus berwawasan lingkungan. Pada satu waktu muncul kembali permasalahan yang terkait dengan pelaksanaan pemasangan bentangan kabel tegangan sangat tinggi, seperti yang terjadi di ?Kiara Condong Connection?, dan Ciledug, Cilacap, dan beberapa daerah lain.

Dalam jangka waktu 50 tahun terakhir pemanfaatan medan elektromagnet frekuensi sangat rendah (FSR) pada frekuensi 50 dan 60 Hz (sistem kelistrikan di Indonesia menggunakan 50 Hz) menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, terutama dalam pembangkitan energi listrik, tranmisi, distribusi, dan penggunaan langsung pada berbagai instrumentasi. Medan elektromagnet, sesuai dengan sifatnya, dapat mempengaruhi kerja sistem lain yang bekerja dengan tenaga elektromagnet. Setiap benda terdiri atas atom tersusun dari inti dan elektron, demikian juga jaringan setiap makhluk hidup. Hampir semua inti atom memiliki momentum sudut spin, yang merupakan dasar dari kemagnetan inti. Inti atom berpusing disekitar sumbunya sendiri, dan karena inti atom mengandung muatan listrik, gerak berpusing tersebut menyebabkan timbulnya momen magnet yang dapat terpengaruh oleh medan magnet luar. Medan dan arus listrik yang terdapat dalam jaringan tubuh makhluk hidup berperan dalam mekanisme pengendalian fisiologi yang rumit. Dengan demikian, sangat wajarlah orang bertanya berapa jauhkah pengaruh medan elektromagnet di luar tubuh mahluk hidup (terutama medan yang berubah-ubah dengan waktu) bagi sistem biologi manusia?

Minat anggota masyarakat umum pada permasalahan ini tumbuh bersama dengan perkembangan pemakaian medan dan arus listrik. Di beberapa negara, badan pengatur dan penasehat telah diminta untuk mengevaluasi kemungkinan adanya dampak yang merugikan bagi kesehatan manusia dalam pemakaian medan elektromagnet frekuensi sangat rendah (FSR). Di beberapa negara masih berlangsung perbedaan pendapat antara kelompok yang menghendaki adanya tindakan perlindungan keselamatan dan kelompok yang mendukung perkembangan teknologi yang menuju pada peningkatan tingkat pemajanan. Dari keadaan ini timbul gagasan perlunya pedoman pembatasan pemajanan yang didasarkan pada analisis yang obyektif. Dalam makalah ini dibahas tentang 1. Pedoman Sementara Batas Pemajanan oleh Medan Listrik dan Magnet berfrekuensi 50/60 Hz, 2. Organisasi Proteksi Radiasi Internasional (IRPA).

Meiz Allfarizy (41407010019)

Prinsip Kerja dan Aplikasi Motor Induksi Satu Fasa (Tugas 8)

Prinsip Kerja dan Aplikasi Motor Induksi Satu Fasa

Posted June 29th, 2009 by Nuruhli Shalihah
Teknik Tenaga Listrik

Konstruksi motor induksi terdiri atas dua komponen yaitu stator dan rotor. Stator adalah bagian dari motor yang tidak bergerak dan dicatu dengan tegangan listrik bolak balik. Rotor adalah bagian yang bergerak yang bertumpu pada bantalan poros terhadap stator dan tidak dicatu. Motor induksi terdiri atas kumparan-kumparan stator dan rotor yang berfungsi membangkitkan gaya gerak listrik akibat dari adanya arus listrik bolak-balik yang melewati kumparan-kumparan tersebut sehingga terjadi suatu interaksi induksi medan magnet antara stator dan rotor.
Pada motor induksi tiga fasa, ketika stator dicatu dengan tegangan AC 3 fasa, maka pada kumparan-kumparan stator akan timbul suatu medan putar. Flux yang dihasilkan oleh medan putar ini akan memotong kumparan-kumparan pada rotor dan menimbulkan arus induksi pada rotor. Arus induksi yang mengalir ini akan mengakibatkan timbulnya medan pada rotor. Interaksi medan rotor dengan medan putar pada stator ini menimbulkan suatu torsi yang menyebabkan rotor berputar searah dengan arah medan putar stator.
Pada motor induksi satu fasa, hanya terdapat satu kumparan pada bagian statornya. Ketika stator dicatu dengan tegangan AC satu fasa maka pada stator tidak timbul suatu medan magnet putar, tetapi menimbulkan 2 medan putar yang sama tetapi memiliki arah yang berbeda. Hal ini tetap dapat menimbulkan arus induksi pada rotor, akan tetapi dengan adanya 2 medan putar yang sama dengan arah yang berlawanan, rotor tidak dapat berputar tetapi hanya bergetar.

Meiz Allfarizy (41407010019)

SISTEM KONTROL KATUP ALIRAN PADA PINTU BUS BERBASIS PNEUMATIK (Tugas 10)

Udara yang dimampatkan merupakan udara yang diambil dari sekitar lingkungan kemudian ditiupkan secara paksa ke dalam suatu tempat yang ukurannya relatif kecil.
Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan serta dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu kerja disebut sistem pneumatika (pneumatik system).

Salah satu aplikasi dari sistem pneumatik adalah menggerakan pintu bus secara otomatis.Ini adalah salah satu dari sistem kontrol yang mengontrol pergerakan pintu bus tersebut dan manusia hanya menjadi operator untuk membuka dan menutup pintu bus.

Komponen yang dibutuhkan :

Kompresor : fungsinya adalah pensuplai udara yang dimampatkan untuk dimanfaatkan oleh tabung-tabung pneumatik.
Aktuator : bagian keluaran untuk mengubah energi suplai menjadi kerja yang dimanfaatkan.
Limit Switch : merupakan saklar yang dapat dioperasikan secara otomatis maupun non otomatis.
Katup Pengontrol Aliran : merupakan katup yang mengendalikan aliran udara yang melewatinya.

Cara kerja :

Pemampatan udara dilakukan menggunakan kompresor yang digerakkan oleh motor listrik ataupun motor bakar. Kompresor memampatkan udara ke dalam sebuah tangki penyimpan yang kuat yang disebut tangki penampung atau receiver dan tenaga/udara yang tersimpan di dalamnya siap digunakan. Komponen pneumatik utama yang digunakan dalam rancang bangun peralatan pada penelitian ini adalah katup (valve) dan tabung (cylinder). Katup-katup berfungsi sebagai pengendali atau pengontrol tabung, sedangkan tabung atau torak ataupun actuator bergerak secara ganda yaitu buka tutup berfungsi untuk menghasilkan gaya (force) serta gerak linier (linier motion) untuk melakukan suatu kerja/gerakan.
 

Filter Anti Gempa Berbasis Mikrokontroler ATMEGA32 ( Tugas 9 )

Filter Anti Gempa Berbasis Mikrokontroler ATMEGA32
Oleh Dina, 14 Agustus 2009
Apakah itu filter anti gempa ? Filter anti gempa biasa diaplikasikan dalam pabrik-pabrik yang beroperasi pada daerah rawan gempa. Filter anti gempa ini untuk mengatasi kesalahan pembacaan nilai getaran pada sistem pemantau getaran pabrik, yaitu saat sinyal gempa yang besar akan terbaca sebagai sinyal getaran mesin sehingga mesin mengalami trip dan secara otomatis berhenti beroperasi.
Dalam beberapa kasus pemantauan pada mesin, ada kalanya sensor membaca suatu nilai yang bukan berasal dari getaran mesin. Salah satu kasus tersebut merupakan fenomena alam berupa gempa bumi yang sering menjadi kendala bagi pabrik-pabik yang beroperasi pada daerah rawan gempa. Saat fenomena alam ini tejadi, sensor akan “tertipu” dengan pembacaan nilai yang salah akibat guncangan yang berasal dari getaran gempa. Dengan begitu, sistem pemantauan akan menganggapnya sebagai nilai yang berasal dari mesin dan hal tersebut dapat berkibat pada ter-trip-nya mesin yang sedang bekerja, walaupun kondisi mesin sedang dalam keadaan baik.
Penelitian ini merancang sebuah sistem filterasi sinyal gempa yang berbeda dengan filter analog konvensional, yang diberi nama filter anti-gempa berbasis mikrokontroler ATmega32 buatan Atmel Corporation. Dalam penelitian ini, sistem filter anti-gempa khusus dirancang untuk turbin generator unit 3 PLTP Gunung Salak milik PT. Indonesia Power yang memiliki nilai trip sebesar 380 mV.
Perangkat keras filter anti-gempa ini dilengkapi dengan rangkaian pengkondisi sinyal yang berfungsi untuk membatasi sinyal masukan pada nilai trip mesin, yaitu 380 mV. Perangkat lunak berupa program perhitungan deret Fourier dirancang agar dapat menghilangkan sinyal gempa dengan frekuensi 4 Hz. Selain itu, perangkat lunak juga dibuat agar apabila amplitudo sinyal getaran mesin besar, maka sinyal tersebut akan langsung di-bypass menuju keluaran.
Pengujian perangkat lunak dilakukan dengan membandingkan hasil antara perhitungan program mikrokontroler dengan simulasi MATLAB. Dari kedua hasil perhitungan tersebut didapat nilai yang mirip dengan selisih maksimum sebesar 8,578 mV. Program mikrokontroler juga telah mampu menghilangkan sinyal gempa.

Eki Hardi Saputro (41407010004)

Rancang Bangun Alat Penghitung Biaya Energi Listrik Terpakai Berbasis Mikrokontroler Pic 16f877 (Tugas 8)

Rancang Bangun Alat Penghitung Biaya Energi Listrik Terpakai Berbasis Mikrokontroler Pic 16f877
Titis Wicaksono1, Ageng Sadnowo R.2, Abdul Haris2
1. CendanaNet Jl. Cendana No. 12 Rawalaut Pahoman Bandar Lampung 35127
2. Jurusan Teknik elektro Fakultas teknik Universitas Lampung

Abstrak–Alat penghitung biaya energi listrik terpakai merupakan sebuah alat ukur energi listrik kWh (kilo Watt hour) yang dikonversikan dalam harga rupiah. Instrumen ini menggunakan metode pengukuran volt-ampere untuk menentu-kan daya kWh, perubahan tampilan harga dalam setiap jam dapat memonitoring harga pemakaian listrik. Penelitian ini menjadi penting karena banyaknya keluhan pihak konsumen PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang harus membayar listrik lebih besar dari yang diperkirakan. Konsumen tidak menyadari bahwa penyebabnya adalah memang mereka sendiri tanpa sadar pemakian listriknya boros, karena pencatatan kWh meter PLN yang terpasang di rumah pelanggan dalam satuan energi listrik terpakai Watt. Metode pengukuran volt-ampere, pada prinsipnya adalah mengasumsikan perubahan tegangan Vac pada resistor pendeteksi arus sebagai perubahan arus Iac terpakai. Vac dalam bentuk analog dikonversikan ke data digital dengan ADC(Analog to Digital Converter), kemudian data ini sebagai input VCO (Voltage Controlled Oscillator) yang dibangun dengan mikrokontroller menghasilkan gelombang kotak dengan frekuensi yang bervarisi mengikuti perubahan Vac. Frekuensi inilah yang menjadi data input untuk dikomputasi pada mikrokontroller menjadi harga rupiah sebagai konversi dari pemakaian energi listrik kWh dengan mengacu pada perhitungan biaya PLN. Alat yang telah dibuat mampu mengukur dengan daya maksimal 491,95240 watt dengan tingkat kesalahan rata-rata sebesar 1,33017 % dan 0,01178 % untuk pengukuran biaya terpakai.

Eki Hardi Saputro (41407010004)